Pembuatan Pitch Deck
APA ITU PITCH DECK?
Pitch deck adalah sebuah presentasi singkat yang menjelaskan gambaran umum mengenai rencana bisnismu. Dengan Pitch Deck, kamu bisa menjelaskan seperti apa produkmu kepada calon investor dan membuat mereka tertarik memberikan pendanaan untuk bisnismu.
TUJUAN PITCH DECK
Tujuan pembuatan pitch deck yaitu untuk menjelaskan rencana bisnismu. Selain itu, bisa digunakan untuk menarik investor agar mau membiayai atau mendanai startup yang dibuat dan saat bertemu dengan perusahaan lain untuk bekerja sama atau orang yang akan menjadi calon Co-Founder. Pitch Deck juga memudahkan kita dalam memberikan penjelasan terhadap calon investor maupun konsumen.
TOOLS YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMBUAT PITCH DECK
Pitch Deck biasanya dibuat dengan berbagai macam tools seperti:
1. Powerpoint
2. KeyNote
3. Prezi
ELEMEN YANG DIPERLUKAN DALAM PITCH DECK
Bersumber dari Forbes, terdapat tiga hal yang dapat menjadikannya potensial untuk menarik perhatian, antara lain : memiliki tampilan yang sederhana, meyakinkan, dan tujuan bisnisnya realistis untuk dijalankan.
Bersumber dari Slidebean, idealnya jumlah slide untuk sebuah Pitch Deck adalah sekitar 10 slide. Kesepuluh hal tersebut adalah:
1. Judul
2. Permasalahan yang menjadi alasan perusahaan tersebut hadir
3. Nilai lebih yang ditawarkan perusahaan
4. Besaran market
5. Model bisnis yang dijalankan
6. Rencana pemasaran
7. Analisis terhadap kompetisi bisnis yang dijalankan
8. Team management
9. Proyeksi keuangan
10. Apa yang telah dilakukan, serta apa yang akan dilakukan jika mendapatkan pendanaan
TIPS UNTUK MEMBUAT PITCH DECK YANG BAIK
Pitch Deck yang dibuat sebaiknya singkat, jelas, dan menarik, karena akan menentukan progress bisnismu ke depannya. Cara membuat Pitch Deck yang baik untuk presentasimu adalah sebagai berikut:
1. The 10/20/30 Rule of PowerPoint
Aturan yang cukup terkenal oleh Guy Kawasaki ini maksudnya adalah, pastikan slide-mu tidak lebih dari 10 slide, waktu presentasi tidak lebih dari 20 menit, dan ukuran font yang digunakan tidak kurang dari 30.
2. Elevator Pitch of The Company
Elevator pitch merupakan penjelasan yang luas dan singkat mengenai perusahaan. Sebainya disampaikan di awal dengan satu atau dua kalimat pembuka. Biasanya sekitar 20 detik – 30 detik diawal presentasi. Elevator pitch ini sangatlah penting, karena ini adalah langkah ‘hidup & mati‘ apakah investor akan tertarik dengan startup anda atau tidak. Elevator pitch harus meliputi tentang apakah startup kamu, solusi apa yang ingin ditawarkan dan dimanakah kalian akan bersaing.
3. Product Demonstration
Masukkan beberapa video atau foto (boleh berupa screenshot) dari produkmu termasuk logo serta nama produk. Jelaskan seperti apa binismu kurang dari 10 kalimat. Tunjukkan pada investor bagaimana cara kerja produk kamu dan berikan beberapa contohnya. Tampilkan slide tersebut semenarik mungkin karena bagaimanapun juga yang kamu jual adalah sebuah “produk”.
4. Market Overview dan Opportunity
Disini kamu menjelaskan bagaimana pontesi pasar yang tersedia untuknya. Seberapa besar pasar yang ada juga akan menentukan apakah investor akan mendanai bisnis yang kamu buat.
Pada slide ini, kamu harus memberikan grafik yang menguraikan pertumbuhan pasar di masa lalu dan pertumbuhan potensial pasar di masa depan. Jadi, investor dapat menghitung ROI (Return on Investment) dan potensi pada investasi mereka.
Pastikan juga kamu menyertakan sumber dari data tersebut agar meyakinkan para investor bahwa bisnismu memiliki potensi yang besar. Hal ini adalah bagian paling inti yang harus kamu sampaikan kepada calon investor dan keputusan investor untuk membiayai startup kamu sangat tergantung dari penjelasan kamu mengenai potensi pasar.
5. Competitive Edge
Dalam Pitch Deck, kamu perlu menjelaskan secara gamblang tentang potensi persaingan bisnis kamu. Sampaikan pula keunggulan startup kamu dibandingkan para pesaing. Jelaskan pula bagaimana strategi yang akan dilakukan demi memenangkan persaingan dan kamu harus menyampaikan optimisme yang masuk akan di bagian ini.
6. Business Risks and Solutions
Pada bagian ini, kamu juga sebaiknya menjelaskan faktor-faktor yang menjadi risiko dalam bisnis dan sertakan dengan solusi jika risiko itu terjadi, karena membangun bisnis tentu penuh dengan risiko.. Hal ini penting untuk meyakinkan para investor bahwa mereka tidak akan sia-sia dalam berinvestasi pada bisnis yang akan kamu buat.
7. How to Get Income
Pada bagian ini, kamu harus menyampaikan kepada investor bagaimana ide tersebut bisa mendatangkan pemasukan bagi perusahaanmu.
8. Fund Rising Needs and Plan
Pada bagian ini, kamu juga harus menjelaskan bagaimana startup founder harus menjelaskan berapa banyak dana yang dibutuhkan kepada investor. Selain itu, kamu juga harus menjelaskan bagaimana kamu akan mengelola dana tersebut dengan detail & hasil apa yang akan kalian dapatkan dengan dana tersebut.
9. Graphic element
Hindari hanya memasukkan tulisan pada presentasimu. Masukkanlah sedikit elemen-elemen pendukung berupa grafis atau gambar agar lebih menarik. Hal ini penting terutama jika sedang menjelaskan hal-hal yang cukup berat seperti target pasar dan sebagainya.
Referensi:
Komentar
Posting Komentar